Pameran Pendidikan Polandia di Jakarta 23-24 September 2017

Ingin kuliah di Eropa dengan biaya terjangkau? Ingin tahu lebih lengkap mengenai universitas di Polandia?

Hadirilah Pameran Pendidikan Polandia pada tanggal 23-24 September di Auditorium Menara Bank Mega Jakarta. Akan ada sesi diskusi panel bersama Menteri serta tokoh dan pemerintah Indonesia. Selain itu perwakilan 14 universitas ternama Polandia turut memberikan presentasi. Acara ini dihadiri juga Persatuan Pelajar Indonesia di Polandia (PPI Polandia) yang akan menjawab pertanyaan mengenai beasiswa serta berbagi pengalaman mengenai perkuliahan di Polandia.

Acara yang diselenggarakan oleh KBRI Warsawa ini gratis, silakan langsung datang ke Auditorium Menara Bank Mega.

Siaran Radio #7 – Polandinesia dengan Asrini Indah

Hidup di Polandia bagi WNI tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kisah perjuangan yang kerap menimbulkan decak kagum, contohnya perjuangan ketika membesarkan anak di Polandia.
Pada siaran kali ini, Polandinesia mengundang Ibu Asrini Indah untuk menceritakan pengalamannya. Ibu Asrini menikah dengan WN Polandia selama hampir 10 thn dan saat ini menetap di Polandia bersama keluarga. Ibu 2 orang anak ini pernah tinggal di Indonesia & Polandia sehingga memiliki pengalaman membesarkan anak di kedua negara.
Bagaimana perjuangannya dalam membesarkan anak? Apa perbedaannya membesarkan anak di Polandia dan Indonesia? Yuk simak bincang-bincang santai Polandinesia bersama Ibu Asrini Indah yang dibawakan oleh Syaiful Bahri dan Indera CP pada hari selasa 19 September 2017 pukul 15.00 CET / 20.00 WIB di imiradio.pl/play.html

Siaran Radio #5 – Polandinesia dengan Rayantino Zharfan

Jangan lewatkan siaran radio Polandinesia, kali ini berjudul “Student Chat” dengan narasumber Rayantino Zharfan. Siaran ke-5 ini dibawakan oleh Indera Cahya Pradana dan diadakan hari selasa tgl 29 Agustus 2017 pukul 15.00 CET atau 20.00 WIB. Streaming dapat didengarkan melalui link www.imiradio.pl/play.html

Open Rekruitmen Pemeran Film PPI Polandia

Halo teman-teman PPI Polandia!!!
PPI Polandia bekerjasama dengan PPI TV akan mengadakan shooting film dengan:
Tema : Walking-Walking
Tanggal : Jumat-Sabtu, 22-24 September 2017
Tempat : Kota Warsawa dan Łódź (Stare Miasto, Lazienki Park, Istana Wilanów, Radegast Railway Station, Radogoszcz, dan Piotrkowska Street)
Pemeran : 5 orang (cewek dan cowok)
Syarat : Mahasiswa Polandia, tidak harus punya pengalaman di dunia peran
Deadline : Rabu 5 September 2017

*Link pendaftaran: http://bit.ly/AktorPPI
*Trailer film episode Jerman : http://bit.ly/PPITV_WALKINGWALKING_SES1TRAILER

Pengumuman Pemenang Lomba Foto 7 Agustus

Selamat kepada para pemenang lomba foto 17 agustus yg diadakan oleh PPI Polandia dan IDN-PL.
Berikut list pemenangnya:
1. Ummi hani (PPI Polandia)
2. Muhamad andrian (PPI Polandia)
3. Octa andraulia (PPI Polandia)
4. Ester hermawan (IDN PL)

*Pemenang akan dihubungi pihak juri
*keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh partisipan Lomba Foto 17 Agustus

Siaran Radio #4 – Polandinesia dengan Krzysztof Dziuba

Musik Indonesia merupakan warisan budaya yang dinikmati oleh berbagai generasi. Tidak disangka, gaung musik Indonesia terdengar sampai ke Polandia.
Yuk simak sharing oleh Krzysztof Dziuba, warga Polandia yang mencintai musik Indonesia. Krzysztof Dziuba pernah mendapatkan beasiswa Dharmasiswa di Solo, Indonesia tahun 2014/2015 selama 6 bulan. Selain itu juga belajar Karawitan di ISI Surakarta. Kecintaannya akan musik Indonesia dibawanya sampai ke Polandia, dengan bergabung di Warsaw Gamelan Group. Selain itu, Krzysztof Dziuba juga merupakan penyiar di Polish Radio dan memutar musik Indonesia!
Penasaran kan? Stay tune yah, yuk simak pendapatnya serta sharingnya ketika memperkenalkan musik Indonesia ke dunia, hanya di channel polandinesia oleh imiradio.pl hari selasa 22 Agustus 2017 pukul 15.00 CET / 20.00 WIB.
Polandinesia merupakan channel radio kerjasama antara PPI Polandia​ dan Indonesian Diaspora Network – Poland​ bersama IMI Radio, Poland.

Hari Maritim Nasional: Penelitian Kelautan di Lombok oleh Nisa Ayunda

Memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Agustus, PPI Polandia membahas penelitian mengenai kelautan yang dilakukan oleh pelajar Indonesia di Polandia. Seperti yang kita ketahui, 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut sehingga perlu adanya penelitian guna memanfaatkan sumber daya yang ada secara positif.

Nisa Ayunda, merupakan salah satu penerima beasiswa Ignacy Łukasiewicz program doktoral jurusan kelautan di Polandia. Mahasiswi yang akrab dipanggil Mbak Nisa ini memiliki jadwal yang padat, diantaranya adalah menghadiri acara Youth International Sopot Conference pada tahun 2016 dan 2017, diskusi mengenai kelautan bersama Radio Republik Indonesia, melakukan publikasi jurnal internasional, serta aktif di penelitian bidang kelautan.

Di sela-sela kesibukannya berkuliah di University of Gdansk sebagai calon doktoral Marine Biology and Ecology, Mbak Nisa mempublikasikan sebuah penelitian yang pernah dilakukannya di Indonesia. Penelitian yang dipublish di jurnal ini berjudul Evaluasi Awik-Awik Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Pantai Lombok Timur. Berikut ini adalah abstrak dari jurnal Mbak Nisa.

Fisheries as a common-pool resources (CPR) has characteristic low exclusion and high substractability. It could be interpreted by as a fisherman catch one ton of fish, so this fish is not available for the others (high substractability), and a fisherman is difficult to ban the others to enter the same fishing ground (low exclusion). So, the fisheries utilization is tendency to be open access, and it impacted the declining of the fish production every year. Many policies are developed to govern the fisheries utilization for benefit ecologically and economically, such as developing the local institutional to govern the coastal fisheries utilization. The purpose of this research is to evaluate Awik-awik in East Lombok, as the local institutional to govern their coastal fisheries utilization. This research analyzed actors and rule in use in Awik-awik. The results performed Awik-awik, as the local institutional was still inefficient to govern the coastal resources utilization in East Lombok. The low knowledge ofcoastal resources and Awik-awik from the local fishermen; the low assisting from the national and local government, education institutions, and research institutions; and the powerless of rules in used in Awik-awik triggered the inefficiency of performance Awik-awik in governing the coastal fisheries utilization in East Lombok.

Sumber daya perikanan sebagai sumber daya alam yang memiliki sifat common-pool resources (CPR), yakni suatu pihak sangat sulit mencegah pihak lain untuk tidak masuk ke suatu wilayah perairan (low exclusion) dan adanya persaingan yang tinggi dalam memanfaatkan sumber daya alam yang sama (high substractability). Beberapa model pengelolaan dikembangkan salah satunya melalui penguatan kelembagaan lokal seperti awik-awik di Kabupaten Lombok Timur.

Dalam penelitiannya, Mbak Nisa melakukan analisis aktor dan analisis peraturan yang sudah disepakati. Dari situ, hasil analisis menunjukkan bahwa awik-awik pengelolaan sumber daya perikanan pantai di Lombok Timur belum berjalan dengan efektif dan ditandai dengan masih kurangnya pemahaman akan kondisi sumber daya perikanan dan awik-awik. Selain itu, peran serta dalam melaksanakan tugas dan kewenangan dari aktor yang terlibat dalam awik-awik masih kurang serta peraturan yang disepakati untuk mengelola sumber daya perikanan juga masih lemah.

Jurnal selengkapnya dapat diunduh pada link berikut.