Program Kotak Pelajar

Sesuai dengan visi dan misi dibentuknya organisasi PPI Polandia secara khusus dan PPI dunia secara umum yaitu untuk membantu kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui berbagai macam cara sesuai keahlian dan keterampilan di bidang masing – masing. Kita mencoba menelusuri kembali jejak sejarah awal mula adanya perhimpunan pelajar Indonesia di luar negeri. Pada era Bung Hatta pada tahun 1920an, dimana beliau merupakan pencetus berdirinya PI yang sangat aktif berperan untuk melawan penjajah Belanda dengan menggunakan tulisan-tulisan tajamnya yang kemudian menggetarkan Belanda dan berakhir dengan pengasingan Hatta dan teman-teman ke penjara Rotterdam. PI pada era Hatta dan juga PPI yang dicetuskan oleh Habibi pada waktu itu aktif dan ikut serta dalam politik praktis yang notabene lebih ‘kejam’ dibanding dengan apa yang kita rasakan sekarang.

Seiring berjalannya waktu, PPI sekarang sudah mulai beralih fungsi sebagai perpanjangan tangan KBRI ke Diaspora sebagai media mereka untuk mempromosikan Indonesia ka kancah mancanegara. Sejalan dengan misi negara kita sekarang untuk meningkatkan perekonomian negara melalui sektor pariwisata dan mahasiswa yang berada di luar negeri melalui KBRI dapat menjadi media advertising yang sangat berkompeten.

Kondisi perpolitikan Indonesia yang jika di analogikan seperti gelombang radio menjadikan mahasiswa baik didalam maupun diluar negeri gerah dan banyak dari mereka lepas tangan dan tidak mau ikut terlibat didalam politik praktis yang kebanyakan masyarakat berpandangan negatif terhadapnya.

PPI Polandia kembali mengajak kaum intelektual, kaum terpelajar, yang beruntung memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri khususnya di Polandia yang tentu saja kesempatan itu merupakan langka karena tidak mudah diperoleh oleh setiap masyarakat Indonesia untuk kembali melihat sejarah para pendahulu kita yang diharapkan akan me-recharge kembali spirit-spirit pemuda terpelajar Indonesia untuk memajukan negara.

Berkaitan dengan hal tersebut, PPI Polandia memiliki sebuah program untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan pelajar indonesia yang sedang melanjutkan studinya di Polandia di bidang apapun yang ditekuni, sosial, literatur, ilmu alam, kedokteran, teknik dengan cara membuat artikel ilmiah ataupun karya ilmiah dan berikutnya akan di publish di web resmi ppipolandia.org dan apabila artikel atau karya ilmiahnya memiliki tema yang menarik atau mengangkat isu yang perlu dijadikan perhatian serta sangat dimungkinkan untuk dipublish di media lainnya seperti seperti website PPI dunia, surat kabar online dan lain sebagainya, maka PPI Polandia akan menjadi perpanjangan tangan untuk menyalurkan artikel atau karya ilmiah tersebut.

Program ini kita namakan Kotak Pelajar, dengan misi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dan ide para pelajar dan mahasiswa indonesia di polandia sesuai dengan visi dan misi PPI Polandia sebagai wadah resmi yang diakui PPI Dunia dan KBRI Warsawa sebagai organisasi pelajar di wilayah negara Polandia. Diharapkan dengan adanya program ini dapat men-trigger pelajar dan mahasiswa untuk kembali aktif ikut serta menelurkan ide-ide cemerlangnya, kata-kata tajamnya, bahasa-bahasa indahnya untuk membantu perkembangan negara tercinta Indonesia.

 

Teknik Pelaksanaan :

Kepada rekan-rekan yang memiliki artikel, karya ilmiah dan tulisan-tulisan lainnya dan ingin di publish di website resmi PPI Polandia, dapat mengirimkan email ke : ppi.polandia@gmail.com dengan subject : Kotak Pelajar.

Salam Perhimpunan

Program Info Sejenak (IS)

29 januari 2017 adalah tanggal yang penting bagi PPI Polandia dengan diluncurkannya program Info Sejenak (IS). Program ini berada langsung dibawah divisi Humas dan diprakarsai oleh saudara Ulil Albab yang sekarang sedang menempuh pendidikan bahasa Polandia selama seta
hun di Politechnika Wrocławska. 

IS adalah suatu program PPI Polandia untuk memperkenalkan Polandia dari segi pendidikan, geografis, sejarah dan berbagai hal unik lainnya yang akan bermanfaat bagi pembaca melalui media gambar dan diunggah di media sosial semacam instagram, facebook dan dibeberapa media sosial lain untuk kedepannya.
Terdapat beberapa poin yang diharapkan tercapai dengan adanya program ini :

  • Memberikan informasi mengenai negara Polandia secara umum maupun budaya secara khusus . Memberikan informasi yang bersifat khusus maupun umum mengenai Polandia mengenai berbagai hal dengan menggunakan media gambar untuk menarik pembaca.
  • Mempromosikan kepada anak bangsa agar tertarik melanjutkan studi di Polandia. Meneruskan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh pelajar di Polandia maupun di Indonesia untuk memotivasi para pelajar untuk melanjutkan studinya di Polandia secara khusus dan di luar negeri secara umum.

Untuk seluruh anggota, pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya di Polandia, kami mengundang dan mengajak rekan-rekan sekalian untuk ikut berpartisipasi dalam program ini dengan mengirimkan info-info yang menarik dan informatif untuk kemudian akan diproses dan diunggah di media sosial. Rekan-rekan dapat memberikan masukan berupa informasi yang teruji keabsahannya untuk dibuat menjadi IS maupun informasi singkat. Adapun pemberian ide atau informasi dapat dilakukan kapanpun dengan menghubungi penanggung jawab program ini secara langsung.

Instagram : @ppi.polandia

Koordinator : mherukurnia@gmail.com / ulilalbabtiuii@gmail.com

Salam Perhimpunan

 

PPI Polandia

KBRI Memberikan Himbauan Penting untuk WNI di Polandia

Tanggal 16 Desember 2016 lalu Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warsawa untuk Republik Polandia menyelenggarakan sebuah acara di Hotel Regent, Warsaw untuk merayakan hari natal dan sekaligus menyambut tahun baru 2017. Acara yang berlangsung dari pukul 18.00 waktu Polandia dan berakhir pada pukul 21.00 itu berlangsung meriah dengan berbagai hiburan dari para hadirin, adik-adik balita yang menyanyikan lagu-lagu bernuansa natal dan juga dengan hadirnya sesosok santa claus yang serentak membuat heboh para hadirin. Acara berlanjut dengan saling tukar menukar kado yang dimoderatori oleh sang santa claus sekaligus acara foto bareng dengan tokoh berbaju merah putih dan berjanggut putih panjang itu.

Disela-sela acara, Bapak H.E. Peter F. GONTHA selaku Ambassador of the Republic of Indonesia
to the Republic of Poland dan Mbak Lira Amalia Sucihati Sudrajat selaku Second Secretary Protocol Consular Affairs di KBRI memberikan pengarahan kepada seluruh hadirin yang terdiri dari karyawan KBRI, WNI yang bekerja di Polandia, WNI, mahasiswa dan juga para tamu. “Setiap WNI yang berpergian dan memasuki daerah teritori negara Polandia diharapkan melaporkan dirinya ke KBRI secara langsung maupun via media lainnya,” himbau Bapak Dubes Peter F. Gontha.

Mbak Lira menginformasikan bahwa seluruh WNI yang berpergian ke Polandia dalam kurun waktu lebih dari 2 minggu disarankan segera melaporkan dirinya ke KBRI warsawa. “Bagi WNI yang hanya berada di Polandia satu atau beberapa hari, jika memungkinkan juga disarankan untuk melaporkan dirinya sebagai data pihak KBRI jika terjadi sesuatu dan lain hal yang tidak disangka-sangka sesuai dengan pengalaman yang terjadi belakangan ini,” jelas Mbak Lira.

Untuk melaporkan dirinya, WNI dapat secara langsung pergi ke KBRI Warsawa di ul. Estońska 3/5, atau bagi yang berhalangan hadir, KBRI memberi kemudahan  dengan cara mengisi form yang telah tersedia di website resmi KBRI Warsawa http://indonesianembassy.pl/home.php dan mengirimkannya ke alamat email: konsuler@indonesianembassy.pl .

Diinformasikan juga kepada seluruh WNI yang sudah menggunakan Karta Pobytu sebagai temporary residence permit untuk selalu ingat masa berlakunya dan memperpanjang Karta Pobytu beberapa bulan sebelum kartu tersebut berakhir masa berlakunya. Dan diingatkan kepada seluruh WNI untuk memperpanjang paspornya enam bulan sebelum berakhir masa berlakunya di KBRI Warsawa.

Mbak Lira juga menyinggung tentang UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Ganda Terbatas, bagi anak-anak WNA-WNI. Bahwasanya anak-anak keturunan dari WNA-WNI harus memutuskan untuk memilih kewarganegaraannya sebelum melewati usia 18 tahun.

Demikian informasi ini disampaikan kepada seluruh mahasiswa dan WNI di Polandia untuk dapat menjadi perhatian.

“Kita Bersama Untuk Senyum Mereka” bersama KGLC Sleman

Pada tanggal 24 Agustus 2016 merupakan titik mula bagi kedua organisasi untuk memulai hubungan antara PPI Polandia dan Karung Goni Loearning Center (KGLC). Untuk melanjutkan program kerja PPI Polandia 2016 ‘Kembali Untuk Indonesia’, PPI Polandia mengadakan sebuah kegiatan sosial bertema „Kita Bersama Untuk Senyum Mereka”. Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama PPI Polandia dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat di Sleman, Karung Goni Learning Center (KGLC). LSM yang berlokasi di Dusun Ngemplak RT 04, Caturharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sangat aktif dengan kegiatan sosialnya untuk meningkatkan niat baca dan mengurangi disleksia. Salah satu kegiatan utama dari KGLC adalah membangun taman baca Omah Baca Karung Goni. Taman baca ini adalah perpustakaan desa yang menjadi tempat pusat bacaan bagi masyarakat sekitar, yangmana mereka memperoleh bahan bacaan seperti buku dan majalah dari kegiatan  donasi sejak tahun 2014.

Kegiatan PPI Polandia „Kita Bersama Untuk Senyum Mereka” dimulai dengan mengumpulkan kartu pos dari setiap anggota PPI Polandia yang tersebar di berbagai kota di Polandia dan kemudian mengirimkannya ke KGLC di Indonesia. PPI Polandia tidak hanya emberikan kartu pos kosong, tapi juga disetiap kartu pos ditulis kata-kata indah atau motivasi untuk adik-adik di KGLC. PPI Polandia sendiri berharap kegiatan kecil ini dapat memberikan semangat, motivasi dan senyum kepada adik-adik atau sahabat di KGLC untuk percaya dengan diri mereka sendiri dan yakin akan cita-cita mereka.

Untuk kegiatan sosial di Indonesia dari PPI Polandia tahun ini memang baru dilakukan untuk KGLC  saja, dan akan dilakukan kegiatan serupa sesegera mungkin. Disamping itu, ada alasan kenapa PPI Polandia memilih KGLC untuk kegiatan pertama. Pertama, PPI Polandiaa melihat bahwa KGLC sudah melakukan kerja sama dengan banyak organisasi, salah satunya adalah partner dekat PPI Polandia di PPI Dunia, PERMIRA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rusia) yang mana meyakinkan PPI Polandia milih KGLC. Hal lain adalah, PPI Polandia telah melakukan observasi tentang kegiatan dari KGLC yang mana organisasi serius ingin membantu adik-adik disekitar lingkungan KGLC untuk meningkatkan minat baca & belajar mereka.

untitledPerwakilan dari PPI Polandia, Vellia Fatimah, pelajar pascasarjana di Warsaw University of Technology dan juga Kepala Divisi Sponshorship dan Kerjasama PPI Polandia 2016 datang langsung ke KGLC di Sleman. Setibanya disana beliau disambut hangat oleh pihak KGLC dan berbincang-bincang untuk hubungan antar kedua organisasi kedepannya. Untuk itu PPI Polandia akan terus berusaha untuk meneruskan kegiatan ini bermaksud untuk terus memotivasi adik-adik di KGLC ataupun dan akan mengembangkan kegiatan-kegiatan lainnya bersama kedepannya. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua PPI Polandia 2016, Abb Niarman; “Memang ini hanyalah kegiatan kecil, tapi PPI Polandia percaya bahwa hal ini akan membuahkan hasil yang baik untuk kita semua di masa akan mendatang, disamping itu dalam waktu satu setengah tahun setelah terbentuknya kembali PPI Polandia, kita sudah berani melakukan sebuah langkah kebaikan”

Miłego Dnia – Salam Perhimpunan

PPI Polandia’s Afternoon Talks with AIESEC Indonesia in Warsaw

After one and a half year of its re-establishment, PPI Polandia has shown its positive trends. Those trends are not only about the participation of PPI Polandia towards PPI Dunia or taking a stage in RRI Indonesia (the state radio network of Indonesiaactively, but it is also about the increasing number of its active membership. In this new academic year, the member of PPI Polandia has reached 40 students which are dominated by undergraduate students and followed by graduate students. Another positive trend that have made by PPI Polandia is the establishment of a memorandum of collaboration with AIESEC Indonesia in some projects; one of them is the AIESEC Indonesia Exchange Programme. Interestingly, this memorandum was formed during the 1st PPI Polandia’s Afternoon Talks, or so-called “Ketemuan Yuks!” on Sunday 24th of August 2016, where two representatives of AIESEC Indonesia also have poured their thoughts in this knowledge sharing session.

The Afternoon Talks began with a highlight movie of Rudi Habibie, and followed by the preamble of Vice-Chairwoman of AIESEC Indonesia regarding the Rudi Habibie’s movie and the Spirit of Indonesian Students. The discussion was getting more unputdownable since everyone wants to share their own perspectives about the meaning of leadership, academic knowledge and their ideals for Indonesia. For instance; the Head of Education Division of PPI Polandia 2016, Indera, revealed his academic knowledge on Material Engineering and the Habibie’s Theory. By the same token, the former president of PPI Polandia 2015, Teguh Ilham has spilt his thoughts out in respect to leadership and development of the nation. As he claimed  that “As long as we produces the benefit of cherishing others and being a truepenny! It has contributed to the development of our nation.” In sum, the knowledge sharing session has wrapped up with the collaboration’s agreement of PPI Polandia and AIESEC Indonesia as well as a photo session.

Miłego Dnia — Salam Perhimpunan!

Watch the video below to get the visual information! (Sorry, no English Subtitles) Stay tuned for more videos of PPI Polandia’s knowledge sharing.  

Europejska Karta Ubezpieczenia Zdrowotnego (European Health Insurance Card) (Kartu Asuransi Kesehatan Eropa)

Dear Teman-Teman,

Sudah tidak terasa, saya tinggal dan belajar di Poland – tepatnya di Universitas Gdansk – selama 9 bulan. Saat ini sudah memasuki masa liburan Musim Panas, banyak wisatawan lokal dan manca negara berkunjung ke Gdansk-Sopot-Gdynia untuk mengunjungi Kota Tua Gdansk, Rumah Bengkok-bengkok di Sopot, Kota Pelabuhan Baru Gdynia, atau hanya untuk mengunjungi uniknya Laut Baltik (berenang dan berjemur – atau Bahasa kerennya “Mandi Matahari”).

Health Insurance Card

Bagaimanapun juga, saya di sini ingin menuliskan hasil perburuan saya selama tinggal di Gdansk. Seperti yang teman-teman sekalian ketahui, bahwa selama tinggal di negara orang dan yang terbilang lebih maju dari pada Indonesia, kita membutuhkan yang mananya “Kartu Asuransi Kesehatan” atau dalam Bahasa Inggris “Health Insurance Card”. Kartu Ajaib yang harus ditunjukan jika kita berkunjung ke Dokter (terutama jika kita ingin memeriksakan kesehatan kita jika kita merasa sakit selama tinggal di Luar Negeri, bukan curhat cinta ya-tapi bisa juga ya kalau Dokternya masih single).

Poland, sebagai salah satu negara di Europa dan tergabung dengan Uni Eropa, memiliki kartu yang namanya “European Health Insurance Card” atau dalam Bahasa Poland “Europejska Karta Ubezpieczenia Zdrowotnego”.

Bagaimana cara mendapatkan Kartu ini?

Setelah saya mencari informasi selama 6 bulan lebih, saya baru menemukan informasi keberadaan kartu ini dengan jelas. Kita mendaftar kartu ini melalui Universitas di mana kita belajar. Jika di Universitas Gdansk, saya harus menemui petugas di bagian Departement Pendidikan di Rektorat dalam bahasa Poland pada ”Administracja Centralna Rektor Prorektor ds. Kształcenia Dział Kształcenia” (Central Administration Rector Vice-Rector. Education Department of Education). Kemudian menanyakan kepada petugas tentang “Europejska Karta Ubezpieczenia Zdrowotnego”, mereka akan membantu kita untuk mengisi formulir dan kelengkapan data-data pribadi seperti passport dan kartu pelajar.

Setelah semua berkas lengkap, Universitas dan mahasiswa yang bersangkutan harus mengirimkan berkas-berkas yang ada kepada pihak asuransi. Universitas Gdansk bekerja sama dengan NFZ (Narodowy Fundusz Zdrowia – National Health Fund punya Poland), sehingga saya harus mengirimkan berkas-berkas (formulir, foto copy pasport, foto copy kartu pelajar) ke NFZ via email.

Setelah sekitar 1 atau 2 minggu setelah pengiriman berkas, pihak NFZ akan mengkonfirmasi bahwa “Kartu Asuransi Kesehatan” kita telah tersedia dan mereka akan memberitahukan kapan dan di mana kita dapat mengambil kartu tersebut.

Jadi perburuan selama 6 bulan untuk mendapatkan Kartu Asuransi ini terbayarkan sudah dalam hanya 1 minggu. Setelah saya mendapatkan Kartu tersebut, saya mencoba mengkonfirmasi kepada petugas NFZ, apakah saya perlu membayar asuransi untuk kartu ini setiap bulannya? Dan, petugas pada bagian NFZ mengatakan bahwa saya tidak perlu membayar apapun untuk kartu asuransi ini, kartu ini hanya berguna untuk check-up ke dokter jika Anda sakit.

Bagaimana Bentuk Kartu Asuransi Kesehatan ini?

20160523_093701

Bentuk Kartu ”European Health Insurance Card” ini sepeti pada Gambar di atas, yang berisikan Nama, Tanggal Lahir, Nomor Pasport, Nomor Identitas, dan Tanggal Berlaku Kartu.

Sekian “Sharing” informasi dari saya, semoga infromasi ini bermanfaat.

Salam Hangat dari Gdansk

Nisa Ayunda

Simposium Internasional PPI Dunia 2016 di Kairo, Perhimpunan Pelajar Indonesia Sedunia Peduli Bangsa

WhatsApp Image 2016-07-24 at 2.37.30 PM

 

Liputan Mesir oleh Pratiwi Widya W.
Simposium Internasional PPI Dunia 2016 yang bertajuk “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia” digelar di Kairo, Mesir pada tanggal 24 sampai dengan 29 Juli 2016. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 70 delegasi perwakilan PPI Negara dan BEM. Beberapa acara yang termasuk dalam rangkaian Simposium Internasional ini antara lain diskusi interaktif oleh Menteri Agama, diskusi panel, sidang komisi, serta rapat tahunan.

Simposium yang merupakan rapat tahunan PPI Dunia membahas mengenai pilar-pilar penting bagi kemajuan Indonesia. Banyak sekali tokoh Indonesia dan para pakar yang turut menjadi pembicara sehingga pelajar Indonesia dapat menyampaikan pemikiran serta gagasannya. Tidak sampai di situ, di acara ini juga dibahas mengenai laporan pertanggungjawaban PPI Dunia 2015/2016 serta pemilihan Dewan Presidium baru PPI Dunia 2016/2017.


Pembukaan Simposium Internasional

Simposium Internasional ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama dan kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Ketua Simposium Internasional PPI Dunia 2016, Presiden PPMI Mesir, Koordinator PPI Dunia 2015/2016, Duta Besar Mesir, Deputi Grand Syeikh Al Azhar, serta Menteri Agama Republik Indonesia.

WhatsApp Image 2016-07-24 at 2.38.17 PMDalam sambutannya, ketua simposium Imdad Azizy menjelaskan bahwa acara yang sudah dipersiapkan sejak enam bulan sebelumnya didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo. Presiden PPMI Mesir, Abdul Gofur Mahmudin berharap agar acara ini dapat memunculkan ide-ide untuk menyejahterakan bangsa Indonesia. Di samping itu, Steven Guntur yang merupakan Koordinator PPI Dunia dalam sambutannya memberikan paparan singkat mengenai PPI Dunia.

Duta Besar LBBP KBRI Cairo Helmy Fauzy menjelaskan bahwa simposium ini diadakan untuk masa depan bangsa Indonesia. Dr. Abbas Syauman, Deputi Grand Syeikh Al Azhar memberi respon yang positif karena semua hadirin yang datang termasuk mahasiswa yang menuntut ilmu dari berbagai macam cabang bertujuan untuk membangun bangsa Indonesia. Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin berharap bahwa ilmu yang dimiliki oleh seluruh mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai negara dapat digunakan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.

Diskusi Interaktif, Politik, Pendidikan, Ekonomi, Media, dan Agama

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif oleh Menteri Agama dan diskusi panel yang membahas mengenai politik dan pendidikan. Lukman Hakim Saifuddin membahas mengenai berkurangnya rasa toleransi dan demoralisasi bangsa Indonesia yang terjadi pada generasi muda.

Pada panel diskusi pertama yang dibawakan oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H membahas mengenai identitas bangsa. Beliau sangat menyayangkan identitas bangsa yang mulai hilang karena adanya permasalahan ekonomi, budaya, hukum, pendidikan, serta agama.

Pakar politik Yudi Lathief menjelaskan bahwa pancasila merupakan common value yang nilai pancasila tersebut lahir jauh sebelum jaman Soekarno sehingga setiap kebijakan harus turun dari pancasila. Selain itu, Jay Kristiadi yang merupakan pengamat politik juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang berkuliah di luar negeri merupakan social society sehingga mereka memiliki peran yang sangat penting di masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi ke dua yang membahas mengenai pendidikan. Dirjen Diktis Dr. Amtsal Bachtiar, MA menjelaskan bahwa ilmu teknologi, ekonomi, dan militer merupakan hal pokok untuk kemajuan bangsa. Muhammad Danial Nafis yang merupakan CEO Aktual Media Negeri menjelaskan bahwa media juga berperan penting dalam memperteguh identitas bangsa karena media dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berbudaya.

Panel diskusi selanjutnya diadakan di hari berikutnya yaitu pada tanggal 25 Juli 2016. Diskusi pada hari ke dua simposium ini diawali dengan membahas mengenai perekonomian Indonesia. H. Faisal Basri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak seimbang dan terlambat sehingga probabilitas untuk menjadi negara maju sangat kecil.

_MG_0697.JPG

Sabeth Abilawa yang merupakan salah satu direktur Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa sebanyak 46% rakyat Indonesia dikategorikan miskin karena pertumbuhan ekonomi tidak mensejahterakan yang miskin, akan tetapi lebih menguntungkan yang kaya. Kandidat doktor Universitas Cairo Mesir, Tubagus Mansur memaparkan bahwa sistem ekonomi yang pernah diterapkan yaitu sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi kapitalis belum bisa memberikan solusi seperti kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Menurut Tubagus Mansur, sistem ekonomi yang bagus adalah sistem ekonomi syariah.

Kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi ke dua yang dibawakan oleh tiga media partner. Akhyari Hananto, yang merupakan founder GoodNews menjelaskan bahwa kurangnya informasi yang positif dan benar mengenai Indonesia dapat mempengaruhi cara pemahaman warga mengenai Indonesia. Selain itu, Manajer Inspira Rizqi Akbar Syah menjelaskan bahwa menulis hal yang positif tidak hanya menambah nilai diri, tetapi juga dapat memotivasi orang lain. Melihat pentingnya media dalam menyebarkan informasi, Adrian Zakhary dari NET. menjelaskan bahwa digital media yang terdiri dari sosial media, online media, TV, dan VOD harus saling terintegrasi.

_MG_0628Panel diskusi terakhir membahas mengenai agama. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Yang merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal menunjukkan hasil survei pemetaan ideology masjid-masjid DKI serta survei radikalisme sosial-keagamaan. Selain itu Heru Prakosa memaparkan fenomena konflik antar pemeluk agama dan perpecahan warga atas agama di Indonesia. Terakhir, Muchlis Hanafi menjelaskan bahwa toleransi merupakan kekuatan agama serta membahas mengenai pengaruh media sosial yang membuat orang bisa menjadi radikal dan teroris dengan sendirinya.

Sidang Komisi

Sidang yang membahas mengenai politik, pendidikan, agama, dan ekonomi ini diadakan di hari ke tiga simposium. Para delegasi PPI Negara dan BEM disebar ke empat sidang komisi tersebut.

Hal yang diangkat di sidang komisi politik yaitu mengenai Papua, advokasi anti korupsi, dan kampanye demokrasi. Peserta sidang komisi politik akan mengadvokasikan ketahanan papua dan integrasi dengan pihak terkait mengenai isu Papua dengan harapan agar masyarakat Papua dapat menyatu. Program kerja mereka adalah membuat camp di Papua, serta meminta bantuan pihak terkait untuk memberitakan di forum internasional mengenai papua agar tidak dianggap merdeka.

Sedangkan peserta sidang komisi pendidikan membahas tiga hal, yaitu kesejahteraan guru dan pendidikan daerah terpencil, gerakan pembuatan perpustakaan keliling daerah terpencil, dan pemanfaatan media sebagai sistem informasi.

Pada sidang komisi agama, telah dibahas mengenai radikalisme agama. Program kerja peserta sidang ini adalah membentuk tim kajian radikalisme agama untuk memberikan usulan kepada pihak-pihak yang berpengaruh.

Sidang komisi ekonomi membahas mengenai petani Indonesia. Program kerja mereka adalah meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root dengan memperkuat dan memperluas sistem informasi dari petani ke konsumen.

Pertanggungjawaban dan Presidium Baru

Hari terakhir Simposium Internasional PPI Dunia ini yaitu sidang pleno yang berlangsung selama 20 jam di KBRI Kairo. Sidang diawali dengan membahas AD ART yang kemudian dilanjutkan dengan memaparkan laporan pertanggungjawaban oleh Dewan Presidium PPI Dunia 2015/2016. Laporan ini dinyatakan diterima dengan bersyarat. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembentukan Dewan Presidium Baru PPI Dunia 2016/2017. Berikut ini adalah susunan Dewan Presidium PPI Dunia 2016/2017.

Koordinator PPI Dunia 2016-2017: PPI Italia

Kawasan Asia-Oseania
Koordinator: PPI Tiongkok
Sekretaris: PPI Thailand

Kawasan Amerika-Eropa
Koordinator: PPI Turki
Sekretaris: PPI Belgia dan PPI Jerman

Kawasan Timur Tengah-Afrika
Koordinator: PPI Sudan
Sekretaris: HPMI Yordania

Terakhir, sidang ditutup dengan pemilihan tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia tahun 2017. Beberapa PPI Negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah mempresentasikan yang ditawarkan oleh negara masing-masing. Berdasarkan voting, PPI Inggris terpilih menjadi tuan rumah selanjutnya. Dengan ini berakhirnya rangkaian kegiatan utama Simposium Internasional PPI Dunia 2016 di Kairo, Mesir.

IMG_9441.JPG

Informasi Beasiswa Ignacy Łukasiewicz 2016/2017

Buat kamu yang tertarik dengan program beasiswa pendidikan S2 dan S3 bagi pelajar Indonesia melalui program Ignacy #Łukasiewicz (ditawarkan oleh pemerintah Polandia untuk berbagai jurusan-jurusan sains)

Selain dapat menggali informasi tentang beasiswa di tautan berikut: http://www.dzakarta.msz.gov.pl/en/c/MOBILE/news/open_call___ignacy_lukasiewicz_scholarship

Kamu juga bisa menghadiri #EUScholarshipDay pada tanggal 28 May 2016, http://goo.gl/whC6dm perwakilan Kedutaan Polandia juga akan berada disana untuk menjawab pertanyaan kamu terkait beasiswa #Łukasiewicz

Kalau kamu belum berkesempatan hadir. Jangan khawatir! Siapkan gadgetmu untuk mengikuti Sesi Informasi dan Mentoring dari kami PPI Polandia. Sesi mentoring akan di adakan pada hari Sabtu, 28 May 2016 mulai pukul 19.00 WIB-22.00 WIB.

Mentoring akan diisi dengan penjelasan singkat dan sesi tanya jawab mengenai program beasiswa Ignacy Lukasiewicz dan berbagai macam hal yang berhubungan dengan studi di Polandia. Mentoring akan dipandu oleh perwakilan dari PPI Polandia yang juga penerima beasiswa Ignacy Lukasiewicz.

Jumlah peserta tidak kami batasi selama media yang kami gunakan bisa menampung anggota grup. Apabila jumlah peserta melebihi batas maksimal grup, yang pertama mengisi formulir akan didahulukan.

Untuk berpartisipasi silahkan isi semua isian di tautan berikut: http://tinyurl.com/mentoringignacy

Pantau terus juga fanspage kami, yang akan memberikan info2 mengenai kampus2 unggulan, hingga cerita2 tentang ilmuwan2 di Polandia yang akan memberikanmu panduan dan pandangan mengenai studi di Polandia.

Pozdrawiamy z Polski. Salam hangat kami dari Polandia.
PPI Polandia 2016-2017.

Serah terima jabatan PPI Polandia Periode 2015/2016 – 2016/2017

Seiring dengan berakhirnya masa kepengurusan PPI Polandia periode 2015/2016, PPI Polandia menyelenggarakan rapat anggota yang dilaksanakan  pada hari Senin, 28 Maret 2016 di Kedutaan Besar Republik Indonesia Warsawa, Polandia. Rapat ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang saat ini tengah berkuliah di Polandia.

12890880_1226704184020576_6561641065719582787_o

Pelaksanaan rapat diawali dengan dibacakannya laporan pertanggungjawaban pengurus oleh Teguh Ilham selaku ketua PPI Polandia periode 2015/2016.Dalam laporan pertanggungjawaban tersebut, Teguh memberikan paparan singkat atas program-program kerja yang telah terealisasi selama satu tahun masa jabatannya.

Program kerja tersebut terbagi menjadi dua, yakni; program kerja internal maupun eksternal. Program kerja internal yang sudah terlaksana meliputipenyusunan AD/ART, pembuatan logo organisasi, administrasi dan pengadaan inventaris dasar, pengumpulan iuran, serta melakukan kegiatan pendampingan bagi pelajar yang baru datang di Polandia.

Dalam kurun waktu tersebut pula PPI Polandia berhasil menyelesaikan program kerja yang sangat penting yakni pembuatan e-book dan website resmi. Untuk program kerja eksternal, kegiatan yang telah terlaksana adalah seminar internasional, mengadakan pengajian rutin, ikut serta dalam Simposium PPI Dunia di Singapura, berpartisipasi dalam pertunjukan kebudayaan sebanyak 6 kali, menjadi narasumber Radio Republik Indonesia sebanyak 5 kali, mengikuti festival studi di luar negeri, serta aktif berkontribusi melalui tulisan dalam buletin PPI Dunia “Apa Kabar.”

Selanjutnya rapat diteruskan dengan laporan dari Tim AdHoc mengenai pemilihan PPI Polandia untuk periode jabatan tahun 2016/2017.Menurut pendapat salah satu anggota Tim AdHoc, Eko Budiyanto, menjelaskan bahwa ketua PPI Polandia dipilih melalui beberapa proses, antara lain; pemilihan calon ketua, pengumpulan suara oleh dan daripelajar Indonesia di Polandia, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan suara.

“Kami mempunyai kesepakatan bahwa kandidat dengan suara terbanyak mendapatkan hak mutlak untuk mengemban amanah sebagai ketua PPI periode 2016/2017,” tegas Eko.

Setelah acara pembacaan laporan oleh masing-masing pihak yang bertanggung jawab, acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan yang dilakukan secara simbolik oleh Teguh Ilham selaku ketua PPI Polandia 2015/2016 kepada ketua PPI Polandia yang baru, yakni Abdurrahman Niarman.

Teguh mengharapkan agar para pengurus terpilih mampu membesarkan PPI Polandia yang saat ini masih terbilang baru. “Saya yakin saudara Abdurrahman Niarman mampu menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi dengan baik sebagai Ketua PPI Polandia yg baru. Masih banyak potensi-potensi para anggota PPI Polandia yg bisa dimanfaatkan untuk memajukan organisasi ini,” jelas Teguh.

Setelah acara serah terima jabatan, rapat dilanjutkan dengan penyampaian Visi dan Misi, program kerja, serta penjelasan mengenai struktur organisasi oleh Ketua Terpilih PPI Polandia 2016/2017, yaitu Abdurrahman Niarman. Abdurrahman mengatakan bahwa ingin menjadikan PPI Polandia sebagai PPI yang dikenal di seluruh dunia meskipun PPI ini baru terbentuk pada tahun 2015 lalu.

“PPI Polandia adalah satu dari PPI termuda, tapi usia tidak menjadi masalah. Karena saya yakin kita dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk indonesia dengan usia dan anggota yang terbatas ini,” tegas Abdurrahman.

Selanjutnya pengurus PPI Polandia terpilih menjelaskan fungsi jabatannya dan program kerja masing-masing. Kemudian dilanjutkan oleh diskusi terkait beberapa hal internal dan eksternal, yakni meliputi pemilihan perwakilan PPI Polandia yang akan menjadi wakil untuk menghadiri Simposium Amerika Eropa serta tambahan perwakilan untuk Biro Pers PPI Dunia.

Sebelum acara rapat ditutup, acara diisi dengan bincang-bincang santai serta ucapan selamat kepada jajaran kepengurusan yang baru. Semoga PPI Polandia dan juga seluruh pelajar di Polandia dapat semakin maju dan saling mempererat tali persaudaraan baik antar pelajar dan orang Indonesia ke depannya.

12378015_1226704157353912_2414991662162193439_o

Małopolski Festiwal Kultur i Podróży “To Tu To Tam” w Zatorze

Tanggal 23 April lalu, empat orang pelajar Indonesia dari University of Lodz yang tergabung dalam PPI Polandia tiba di Zator provinsi Małopolska bersama perwakilan dari IDN PL (Mas Syaiful dan Mbak Yona). Mereka semua ikut berpartisipasi untuk mengenalkan Indonesia di acara Małopolski Festiwal Kultur i Podróży “To Tu To Tam” di Zator.

Acara ini diadakan pada tanggal 22-24 April 2016 dan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan budaya pada hari sabtu dan minggu, 23-24 April 2016. Pengenalan mengenai Indonesia ini termasuk dalam program kerja PPI Polandia tahun 2016/2017 divisi Kebudayaan, Kesenian dan Olahraga yang dipimpin oleh Eko Budiyanto.

Pada hari sabtu, acara dimulai pukul 13.00 waktu Polandia. Acara diadakan di gedung Regionalny Ośrodek Kultury. Acara dibuka dengan sambutan oleh direktur dan panitia, kemudian dilanjutkan oleh presentasi. Beberapa orang Polandia mempresentasikan mengenai pengalamannya saat sedang backpacking ke luar negeri. Mereka bercerita tentang makanan, cara bertahan hidup, dan bahkan mereka juga bercerita mengenai kesulitan dan tantangan ketika di luar negeri.

zator4

Perwakilan Indonesia mendapat kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia dengan tujuan agar Indonesia menjadi destinasi yang wajib ditulis di rencana perjalanan mereka selanjutnya. Eko Budiyanto, mahasiswa yang tergabung dalam PPI Polandia, bertugas mempresentasikan segala sesuatu mengenai Indonesia dalam bahasa Polandia. Setelah presentasi selesai, empat orang mahasiswa antara lain Dian, Pratiwi, Evan, dan Eko membawakan Tari Indang di depan seluruh hadirin. Kemudian acara dilanjutkan oleh pemutaran film.

zator113055691_10153771549947772_5973480984615044666_o

Di samping itu, beberapa warga Polandia membuka stan di luar gedung Regionalny Ośrodek Kultury. Mereka memperkenalkan kerajinan tangan dan makanan khas Zator. Perwakilan IDN PL juga membuka stan untuk promosi mengenai Indonesia serta menunjukkan beberapa contoh batik.

13087057_10153771549777772_291592262488141251_o

Pada hari minggu 24 April 2016 acara diadakan di tempat yang berbeda, yaitu di Rynek di depan Centrum Informacji Turystycznej. Beberapa warga Polandia mengisi acara di atas panggung outdoor yang dikelilingi oleh stan-stan yang mempromosikan dan menjual hasil karya warga Zator. Perwakilan Indonesia juga membuka stan di dekat panggung seperti pada hari sebelumnya.

Warga Polandia menyuguhkan nyanyian dalam bahasa Polandia. Partisipannya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak kecil. Empat orang mahasiswa perwakilan PPI Polandia juga turut memeriahkan acara dengan membawakan Tari Indang sekali lagi. Acara Małopolski Festiwal Kultur i Podróży “To Tu To Tam” di Zator ini berlangsung sukses sampai akhir dan pada siang hari semua perwakilan PPI Polandia dan IDN PL bertolak menuju kota masing-masing.

Zator terletak di antara Auschwitz dan Krakow. Kota ini merupakan salah satu dari tujuh kota yang tergabung dalam Stowarzyszenie Dolina Karpia. Kota-kota ini terkenal dengan ikan masnya sehingga memiliki daya tarik di segi tempat pemancingan. Zator juga memiliki bangunan-bangunan tua, contohnya Kościół Parafialny yang dibangun pada tahun 1393.